
Pernahkah Anda melihat atau mendengar "televisi LED"? Televisi LED yang saat ini marak meramaikan dunia teknologi televisi itu sebenarnya merupakan televisi LCD (liquid crystal display /display kristal cair) yang menggunakan cahaya latar LED. Memang, beberapa perusahaan/pabrikan seperti Samsung Electronics, Panasonics, Toshiba, Philips, LG Electronics, ProScan, dan Vizio menggunakan nama televisi LED untuk menyebut teknologi televisi LCD dengan cahaya latar LED. Yang jelas, televisi LED yang dimaksud bukanlah display LED. Cahaya latar (backlight atau backlit) merupakan bentuk ilu-minasi yang digunakan pada LCD. Cahaya latar mengiluminasi LCD
dari bagian sebelah atau belakang panel display yang berbeda dengan cahaya muka (frontlight) dan ditempatkan di depan LCD. Cahaya latar digunakan di dalam display komputer, televisi LCD, dan display kecil untuk menambah readability (keadaan dapat dibaca) dalam kondisi rendah cahaya.
Layar LCD biasanya terdiri atas beberapa lapisan. Cahaya latar biasanya di lapisan pertama dari belakang. Namun, untuk menciptakan gambar di layar, suatu mekanisme diperlukan untuk mengatur intensitas cahaya pada piksel layar. Untuk keperluan tersebut, ka-tup-katup cahaya (light values) digunakan untuk mengubah-ubah jumlah cahaya yang sampai pada target melalui pengeblokan lintasan cahaya. Elemen yang paling biasa digunakan untuk mengatur cahaya itu adalah filter polarisasi.
Cahaya latar pada televisi LCD sebagian besar menggunakan CCFL (cold cathode fluorescent lamp) atau panel lampu pijar. Karena lampu CCF masih memiliki banyak kelemahan, para pabri-kan/perancang akhirnya mengganti cahaya latar pada LCD dengan LED. Saat ini ada dua teknik penggunaan cahaya latar LED pada televisi LCD.
Pertama adalah LED Dinamik RGB atau konfigurasi array. Pada metode ini barisan LED-LED seluruhnya ditempatkan di belakang panel. LED RGB yang terdiri atas LED merah, hijau, dan biru dapat menghasilkan gamut warna yang lebih luas pada layar. Cahaya latar dengan LED RGB dapat menghasilkan spektrum wama yang hampir sesuai atau mendekati filter warna dalam piksel LCD itu sendiri. Selain itu, titik-titik aktual merah, hijau, dan biru dapat menyebabkan display menghasilkan warna hidup lebih banyak.
Penggunaan metode cahaya latar LED Dinamik RGB memperkenankan penyiraman (dimming) pada area tertentu (spesifik) untuk menghasilkan kegelapan pada layar. Oleh karena itu, wama hitam akan tampak lebih nyata, pun rasio kontras dinamik yang lebih tinggi mengalami peningkatan.
Televisi LCD dengan cahaya latar LED yang dikomersialkan pertama kali sekaligus sebagai pengguna metode LED RGB adalah Sony Qualia 005. Televisi tersebut diperkenalkan pada tahun 2004. Teknologi LED RGB selanjutnya digunakan pada model tertentu LCD Sony BRAVIA, dengan penambahan local dimming yang memungkinkan kontras luar biasa pada layar.
Metode yang kedua adalah LED-tepi (Edge-LED). Metode ini menggunakan LED-LED putih yang disusun mengelilingi bagian dalam bingkai (tepi) televisi dengan panel difusi cahaya. Panel di-fusi itu didesain secara khusus untuk menyebarkan cahaya secara merata di belakang panel LCD sehingga dihasilkan rentang warna uniform yang melintasi layar. Metode cahaya latar ini menyebabkan televisi LCD memiliki bentuk sangat tipis. Namun di sisi lain, metode LED-tepi menghasilkan tingkat wama hitam yang tidak begitudalam dan area tepi layar cenderung lebih terang dibandingkan dengan area pusat layar.
Cahaya latar LED-tepi pada televisi LCD diperkenalkan pertama kali oleh Sony pada September 2008 melalui televisi 40 inci BRAVIA KLV-40ZX1M. Karena keuntungan utama pencahayaan LED-tepi adalah menghasilkan bentuk yang lebih ramping, hal tersebut dibuktikan dengan televisi BRAVIA KLV-40ZX1M yang memiliki ketebalan 9,9 milimeter. Samsung juga mengenalkan televisi LCD backlit edge-LED dengan bentuk sangat tipis.
Penerapan teknologi cahaya latar LED pada televisi LCD telah membuat televisi LCD backlit LED lebih unggul dibandingkan televisi LCD terdahulu dengan backlit CCFL Keunggulan tersebut antara lain konsumsi daya/listrik yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan karena tidak melibatkan penggunaan merkuri.
Televisi LCD backlit LED dapat menghasilkan gambar dengan kontras dinamik jang lebih besar dibandingkan dengan televisi LCD backlit CCFL. Dengan pencahayaan Edge-LED, televisi LCD backlit LED dapat dibentuk sangat tipis. Televisi LCD backlit LED dapat menghasilkan gamut warna lebih luas/lebar, terutama ketika menggunakan cahaya latar LED RGB.
Salah satu masalah adalah harga televisi LCD backlit LED masih lebih mahal dibandingkan dengan televisi LCD backlit CCFL Namun, para pakar menilai dan optimistis, tahun depan harga televisi LCD backlit LED akan turun bersamaan dengan naiknya permintaan dan lebih banyak vendor yang masuk ke pasar itu. Baca Seterusnya ( Read More )..