Setelah lama tidak posting. Mulai sekarang akan mulai lagi.
12 Januari 2014
09 Oktober 2011
Cahaya Latar pada Televisi LCD

Pernahkah Anda melihat atau mendengar "televisi LED"? Televisi LED yang saat ini marak meramaikan dunia teknologi televisi itu sebenarnya merupakan televisi LCD (liquid crystal display /display kristal cair) yang menggunakan cahaya latar LED. Memang, beberapa perusahaan/pabrikan seperti Samsung Electronics, Panasonics, Toshiba, Philips, LG Electronics, ProScan, dan Vizio menggunakan nama televisi LED untuk menyebut teknologi televisi LCD dengan cahaya latar LED. Yang jelas, televisi LED yang dimaksud bukanlah display LED. Cahaya latar (backlight atau backlit) merupakan bentuk ilu-minasi yang digunakan pada LCD. Cahaya latar mengiluminasi LCD
dari bagian sebelah atau belakang panel display yang berbeda dengan cahaya muka (frontlight) dan ditempatkan di depan LCD. Cahaya latar digunakan di dalam display komputer, televisi LCD, dan display kecil untuk menambah readability (keadaan dapat dibaca) dalam kondisi rendah cahaya.
Layar LCD biasanya terdiri atas beberapa lapisan. Cahaya latar biasanya di lapisan pertama dari belakang. Namun, untuk menciptakan gambar di layar, suatu mekanisme diperlukan untuk mengatur intensitas cahaya pada piksel layar. Untuk keperluan tersebut, ka-tup-katup cahaya (light values) digunakan untuk mengubah-ubah jumlah cahaya yang sampai pada target melalui pengeblokan lintasan cahaya. Elemen yang paling biasa digunakan untuk mengatur cahaya itu adalah filter polarisasi.
Cahaya latar pada televisi LCD sebagian besar menggunakan CCFL (cold cathode fluorescent lamp) atau panel lampu pijar. Karena lampu CCF masih memiliki banyak kelemahan, para pabri-kan/perancang akhirnya mengganti cahaya latar pada LCD dengan LED. Saat ini ada dua teknik penggunaan cahaya latar LED pada televisi LCD.
Pertama adalah LED Dinamik RGB atau konfigurasi array. Pada metode ini barisan LED-LED seluruhnya ditempatkan di belakang panel. LED RGB yang terdiri atas LED merah, hijau, dan biru dapat menghasilkan gamut warna yang lebih luas pada layar. Cahaya latar dengan LED RGB dapat menghasilkan spektrum wama yang hampir sesuai atau mendekati filter warna dalam piksel LCD itu sendiri. Selain itu, titik-titik aktual merah, hijau, dan biru dapat menyebabkan display menghasilkan warna hidup lebih banyak.
Penggunaan metode cahaya latar LED Dinamik RGB memperkenankan penyiraman (dimming) pada area tertentu (spesifik) untuk menghasilkan kegelapan pada layar. Oleh karena itu, wama hitam akan tampak lebih nyata, pun rasio kontras dinamik yang lebih tinggi mengalami peningkatan.
Televisi LCD dengan cahaya latar LED yang dikomersialkan pertama kali sekaligus sebagai pengguna metode LED RGB adalah Sony Qualia 005. Televisi tersebut diperkenalkan pada tahun 2004. Teknologi LED RGB selanjutnya digunakan pada model tertentu LCD Sony BRAVIA, dengan penambahan local dimming yang memungkinkan kontras luar biasa pada layar.
Metode yang kedua adalah LED-tepi (Edge-LED). Metode ini menggunakan LED-LED putih yang disusun mengelilingi bagian dalam bingkai (tepi) televisi dengan panel difusi cahaya. Panel di-fusi itu didesain secara khusus untuk menyebarkan cahaya secara merata di belakang panel LCD sehingga dihasilkan rentang warna uniform yang melintasi layar. Metode cahaya latar ini menyebabkan televisi LCD memiliki bentuk sangat tipis. Namun di sisi lain, metode LED-tepi menghasilkan tingkat wama hitam yang tidak begitudalam dan area tepi layar cenderung lebih terang dibandingkan dengan area pusat layar.
Cahaya latar LED-tepi pada televisi LCD diperkenalkan pertama kali oleh Sony pada September 2008 melalui televisi 40 inci BRAVIA KLV-40ZX1M. Karena keuntungan utama pencahayaan LED-tepi adalah menghasilkan bentuk yang lebih ramping, hal tersebut dibuktikan dengan televisi BRAVIA KLV-40ZX1M yang memiliki ketebalan 9,9 milimeter. Samsung juga mengenalkan televisi LCD backlit edge-LED dengan bentuk sangat tipis.
Penerapan teknologi cahaya latar LED pada televisi LCD telah membuat televisi LCD backlit LED lebih unggul dibandingkan televisi LCD terdahulu dengan backlit CCFL Keunggulan tersebut antara lain konsumsi daya/listrik yang lebih rendah dan lebih ramah lingkungan karena tidak melibatkan penggunaan merkuri.
Televisi LCD backlit LED dapat menghasilkan gambar dengan kontras dinamik jang lebih besar dibandingkan dengan televisi LCD backlit CCFL. Dengan pencahayaan Edge-LED, televisi LCD backlit LED dapat dibentuk sangat tipis. Televisi LCD backlit LED dapat menghasilkan gamut warna lebih luas/lebar, terutama ketika menggunakan cahaya latar LED RGB.
Salah satu masalah adalah harga televisi LCD backlit LED masih lebih mahal dibandingkan dengan televisi LCD backlit CCFL Namun, para pakar menilai dan optimistis, tahun depan harga televisi LCD backlit LED akan turun bersamaan dengan naiknya permintaan dan lebih banyak vendor yang masuk ke pasar itu. Baca Seterusnya ( Read More )..
08 September 2010
Perbedaan Capacitive & Resistive Touchscreen
Saat ini banyak perangkat elektronik pribadi a.k.a gadget, khususnya Handphone menggunakan touchscreen. Ada dua jenis (sebenarnya banyak) tipe touchscreen yang saat ini menggempur pasaran, capacitive & resistive. Jadi apa bedanya?
1. Cara Kerja
- Capacitive : bekerja dengan cara mengukur interaksi antara sinyal elektrik pada transparent grid di atas layar dan jari tangan pengguna
- Resistive : bekerja dengan cara memanfaatkan dua lapisan tipis transparan di atas layar dan mengukur perbedaan resistensi antara kedua lapisan saat disentuh
2. Kelebihan dan kekurangan Capacitive : sangat ‘smooth’ untuk dioperasikan karena hanya membutuhkan keberadaan jari tangan, tanpa tekanan. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90% dan bila terkena paparan sinar matahari tidak mempengaruhi kualitas tampilan. Namun kelemahannya adalah tidak mendukung penggunaan stylus. Terlebih lagi jenis layar sentuh yang ini tidak bisa digunakan sama sekali saat menggunakan sarung tangan/hand schöen. Hal ini cukup menyulitkan para pendaki gunung, orang-orang yang hidup di suhu dingin atau ekstrim dingin; tenaga medis yang stand by saat sedang mengenakan hand schöen; orang yang memelihara kuku panjang untuk fashion atau memainkan suatu jenis alat musik tertentu dsb karena penggunaan kuku tidak bisa pada jenis capacitive; orang yang senang metode input text tertentu seperti handwriting menggunakan stylus; dan rider atau backpacker yang berkelana dengan sepeda motor karena tidak efisien bila harus membuka sarung tangan terlebih dahulu untuk menerima telepon, atau melihat ‘map’ (navigasi) di layar saat berkendara. Resistive : sensitif terhadap tekanan, mendukung penggunaan stylus, plectrum, dan benda sejenisnya. Tidak ada pengaruh walaupun menggunakan sarung tangan yang tebal. Lebih murah dibuat namun tidak mendukung multi finger touch (jika pengguna menyentuh layar dengan lebih dari 1 jari, gadget tidak bisa menentukan posisi sentuh dengan akurat). Tampilan layarnya tidak sejernih jenis capacitive. Pada beberapa gadget terbaru sistem resistive sudah dimodifikasi dengan adanya kinetic scrolling sehingga memudahkan proses geser halaman seperti pada sistem capacitive i-phone. Contoh gadget capacitive –> i-phone, blackberry storm, HP android google, motorola milestone, LG GD-900,LG arena KM900, LG new chocolate BL40, sony ericsson aino, samsung corby S3653, HTC droid eris, HTC magic Contoh gadget resistive –> nokia 5800 XM, nokia n97, nokia tablet n900, nokia 5230, nokia 5530 XM, samsung star, samsung jet S8003, sony ericsson Xperia X1 & X2, LG renoir KC910, HTC touch viva, HTC touch diamond, HTC touch cruise, HTC touch pro, Dopod 838 pro, O2 XDA flame
Baca Seterusnya ( Read More )..
1. Cara Kerja
- Capacitive : bekerja dengan cara mengukur interaksi antara sinyal elektrik pada transparent grid di atas layar dan jari tangan pengguna
- Resistive : bekerja dengan cara memanfaatkan dua lapisan tipis transparan di atas layar dan mengukur perbedaan resistensi antara kedua lapisan saat disentuh
2. Kelebihan dan kekurangan Capacitive : sangat ‘smooth’ untuk dioperasikan karena hanya membutuhkan keberadaan jari tangan, tanpa tekanan. Tampilan layarnya memiliki kejernihan hingga sekitar 90% dan bila terkena paparan sinar matahari tidak mempengaruhi kualitas tampilan. Namun kelemahannya adalah tidak mendukung penggunaan stylus. Terlebih lagi jenis layar sentuh yang ini tidak bisa digunakan sama sekali saat menggunakan sarung tangan/hand schöen. Hal ini cukup menyulitkan para pendaki gunung, orang-orang yang hidup di suhu dingin atau ekstrim dingin; tenaga medis yang stand by saat sedang mengenakan hand schöen; orang yang memelihara kuku panjang untuk fashion atau memainkan suatu jenis alat musik tertentu dsb karena penggunaan kuku tidak bisa pada jenis capacitive; orang yang senang metode input text tertentu seperti handwriting menggunakan stylus; dan rider atau backpacker yang berkelana dengan sepeda motor karena tidak efisien bila harus membuka sarung tangan terlebih dahulu untuk menerima telepon, atau melihat ‘map’ (navigasi) di layar saat berkendara. Resistive : sensitif terhadap tekanan, mendukung penggunaan stylus, plectrum, dan benda sejenisnya. Tidak ada pengaruh walaupun menggunakan sarung tangan yang tebal. Lebih murah dibuat namun tidak mendukung multi finger touch (jika pengguna menyentuh layar dengan lebih dari 1 jari, gadget tidak bisa menentukan posisi sentuh dengan akurat). Tampilan layarnya tidak sejernih jenis capacitive. Pada beberapa gadget terbaru sistem resistive sudah dimodifikasi dengan adanya kinetic scrolling sehingga memudahkan proses geser halaman seperti pada sistem capacitive i-phone. Contoh gadget capacitive –> i-phone, blackberry storm, HP android google, motorola milestone, LG GD-900,LG arena KM900, LG new chocolate BL40, sony ericsson aino, samsung corby S3653, HTC droid eris, HTC magic Contoh gadget resistive –> nokia 5800 XM, nokia n97, nokia tablet n900, nokia 5230, nokia 5530 XM, samsung star, samsung jet S8003, sony ericsson Xperia X1 & X2, LG renoir KC910, HTC touch viva, HTC touch diamond, HTC touch cruise, HTC touch pro, Dopod 838 pro, O2 XDA flame
31 Desember 2009
Tips Mengatasi BlackBerry Yang Mulai Lemot
Jika kinerja BlackBerry Anda melamban, atau terasa sulit membuka halaman situs, bisa jadi banyaknya file "sampah" di memory device Anda menjadi sumber penyebabnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan BlackBerry kesayangan Anda menjadi tersendat-sendat. Misalnya, aktivitas IM yang belum ditutup, seperti BlackBerry Messenger, Yahoo! Messenger, GoogleTalk, dan lain-lain. Atau, memori History di browser dan Log Event yang jarang dihapus, beberapa aplikasi yang dibuka terlalu banyak di waktu yang bersamaan. Berikut beberapa solusi yang bisa ditempuh untuk membuat kinerja BlackBerry Anda jauh lebih baik, yaitu :- Cache Cleaning
Masuk ke browser —> Tekan Menu —> Pilih Options —> Pilih Cache Operations —> Tekan ke 4 tombol clear —> Selesai
- Event Log Cleaning
Homescreen —> Tekan tombol ALT (ditahan) —> Tekan huruf L-G-L-G (secara berurutan) —> Tekan Menu —> Pilih Clear Log —> Delete —> Selesai
- Memory Cleaner
Options —> Security Options —> Memory Cleaning —> Status disabled diubah menjadi enabled —> Perhatikan 4 baris dibawah menu memory cleaning, terdapat tulisan Show Icon on Home Screen, tekan dan ubah pilihan No menjadi Yes —> Tekan tombol return (panah memutar) lalu save changes —> Kembali ke Home Screen dan cari ikon baru memory cleaner (iconnya mirip gambar printer) —> klik —> selesai.
- Soft Reset
Tekan bersamaan tombol Alt – Caps/tombol aA (sebelah kanan dekat tombol sym) – tombol del —> selesai —> BlackBerry akan restart. Ini sama halnya dengan restart pada PC atau laptop.
- Hard Reset
Dikenal pula dengan istilah cabut baterai. Tindakan ini dilakukan utk memastikan bahwa tidak ada lagi energi/daya listrik yang tertinggal. Biarkan selama minimal tiga menit, kemudian pasang kembali baterai BlackBerry Anda (vivanews).
Baca Seterusnya ( Read More )..
16 Januari 2009
Listrik Tenaga Surya
Listrik tenaga surya memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber penghasil listrik. Energi matahari yang dianugerahkan Tuhan untuk kita. Alat utama untuk menangkap, perubah dan penghasil listrik adalah Photovoltaic atau yang disebut secara umum Modul / Panel Solar Cell.Dengan alat tersebut sinar matahari dirubah menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron negatif dan positif didalam cell modul tersebut karena perbedaan electron. Hasil dari aliran elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi battery / aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan.
Rata-rata produk modul solar cell yang ada dipasaran menghasilkan tegangan 12 s/d 18 VDC dan ampere antara 0.5 s/d 7 Ampere. Modul juga memiliki kapasitas beraneka ragam mulai kapsitas 10 Watt Peak s/d 200 Watt Peak, juga memiliki type cell monocrystal dan polycrystal. Komponen inti dari sistem PLTS ini meliputi peralatan : Modul Solar Cell, Regulator / controller, Battery / Aki, Inverter DC to AC, Beban / Load.
Di pasaran biasanya dijual dalam bentuk paket, tergantung besar watt nya. Pemakaiannya dapat juga dikombinasikan dengan listrik dari PLN. Pada umumnya digunakan untuk lampu-lampu penerangan di rumah, kantor, tempat ibadah, tempat umum dan yang lagi trend dipakai untuk traffic light / lampu merah.
Instalasi, untuk memasang PLTS, sebenarnya tidak terlalu susah, dapat dikerjakan sendiri kok, komponen utama Solar Panel dipasang menghadap sinar matahari dengan intensitas tinggi, selanjutnya hubungkan dengan Battery untuk media penyimpan energi (arus DC), untuk pemakaian arus AC kita bisa menghubungkan dengan DC to AC Converter dan siap digunakan untuk keperluan rumah tangga (Lampu, TV, Kulkas, dsb). Ingat besaran dayanya, jangan sampai overload.
Harga, inilah yang menjadi kendala utama, investasi awalnya cukup besar, tetapi kalau dihitung dengan penggunaan listrik dari PLN untuk beberapa tahun, tentu bisa sangat hemat, umur ekonomis Solar Panel bisa lebih dari 10 tahun, yang agak singkat Battery (kurang lebih 2 tahun) dan DC to AC Converter (tergantung kualitas perangkatnya). Untuk 50 Watt Peak (wp), dipasaran dijual paket lengkap seharga Rp. 3 juta - Rp. 4 juta. Untuk 100 wp Rp. 4 juta - Rp. 6 juta. Harga Battery bervariasi tergantung merk, biasanya untuk 100 AH sekitar Rp. 1 juta, demikian juga dengan DC-AC Converter harga nya tergantung kapasitas (watt) dan merknya.
Rumah Hemat Energy
Tips untuk membangun PLTS ini, khususnya untuk konsumsi rumah tangga :
Hitunglah terlebih dahulu pemakaian real di rumah kita, bisa dihitung dari informasi di masing-masing peralatan (spt TV, kulkas, dll) atau diukur pemakaiannya dengan Clamp Meter (diukur besar kuat arusnya).
Setelah dihitung, tentukan apakah PLTS dipakai sebagai sumber listrik utama, backup atau kombinasi, karena akan mempengaruhi sistem instalasinya nanti. Kalau saya memilih untuk dipakai secara kombinasi dengan PLN, sehingga sedikit demi sedikit bisa mengurangi ketergantungan pada PLN. Misal, kita beli paket 100 wp untuk lampu dulu, kemudian kalau punya uang lagi beli yang 300 wp untuk TV, dst. Terakhir, kita minta orang PLN untuk memutus PLN di rumah kita.
Tentang Panel Surya
Energi matahari, energi natural yang tidak akan habis dan kita dapat memakainya dimana pun berada. Di saat hari yang cerah, energi matahari yang menyinari bumi menghasilkan rata-rata 1 kilowatt per meter persegi area bumi, berarti dalam satu jam energi matahari yang menyinari bumi mampu mensuplai energy yang dibutuhkan di seluruh dunia untuk 1 tahun.
Jika energi matahari dapat diserap diatas 1% dari luas permukaan bumi, maka akan menutupi konsumsi energi listik yang dibutuhkan untuk seluruh dunia. Permukaan bumi disinari matahari dengan jumlah volume yang sangat besar. Tidak seperti minyak bumi, batu bara dan energi fosil lainnya, energi matahari ramah lingkungan, untuk pemakaiannya tidak menghasilkan emisi gas buang CO2 yang dapat merusak lingkungan, oleh karena itu teknologi panel surya sangat mendukung penyediaan energi alternatif pada saat krisis energi dan mendukung pencegahan pemanasan global di dunia.
Teknologi panel surya telah dikembangkan secara luas dan potensial. Setelah dikembangkan dimensi ketebalan dari panel surya jadi semakin tipis dan tanpa menghilangkan fungsinya untuk mendapatkan energi yang alami dan efisien. Setelah berinovasi sejak dari setengah abad yang lalu, jepang terus prioritaskan pengembangan teknologi panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang bersih dan ramah lingkungan.
Jenis - jenis panel surya :
Monokristal (Mono-crystalline)
Merupakan panel yang paling efisien yang dihasilkan dengan teknologi terkini & menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Monokristal dirancang untuk penggunaan yang memerlukan konsumsi listrik besar pada tempat-tempat yang beriklim ekstrim dan dengan kondisi alam yang sangat ganas. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan.
Polikristal (Poly-crystalline)
Merupakan panel surya yang memiliki susunan kristal acak karena dipabrikasi dengan proses pengecoran. Type ini memerlukan luas permukaan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis monokristal untuk menghasilkan daya listrik yang sama. Panel suraya jenis ini memiliki efisiensi lebih rendah dibandingkan type monokristal, sehingga memiliki harga yang cenderung lebih rendah.
Thin Film Photovoltaic
Merupakan panel surya ( dua lapisan) dengan struktur lapisan tipis mikrokristal-silicon dan amorphous dengan efisiensi modul hingga 8.5% sehingga untuk luas permukaan yang diperlukan per watt daya yang dihasilkan lebih besar daripada monokristal & polykristal. Inovasi terbaru adalah Thin Film Triple Junction PV (dengan tiga lapisan) dapat berfungsi sangat efisien dalam udara yang sangat berawan dan dapat menghasilkan daya listrik sampai 45% lebih tinggi dari panel jenis lain dengan daya yang ditera setara.
Panel Surya
Panel surya terdiri dari susunan sel surya yang dihubungkan secara seri. Sel surya berfungsi mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel surya umumnya dibuat dari silikon yang merupakan bahan semikonduktor. Daya yang dihasilkan sebuah panel surya bergantung pada radiasi matahari yang diterima, luas permukaan panel dan suhu panel. Daya yang dihasilkan semakin besar jika radiasi dan luas permukaan lebih besar, sedang kenaikan suhu mengakibatkan penurunan daya. Karena itu, pada saat pemasangan panel perlu diperhatikan untuk menyediakan jarak dengan atap agar udara dapat bersirkulasi di bawah panel (efek pendinginan). Panel Surya type terbaru mempunyai daya 130 Wattpeak per m2 . Wattpeak menunjukkan daya maksimum yang dihasilkan pada kondisi radiasi matahari 1000 W/m2 dan suhu panel 25oC. Panel surya diproduksi dalam berbagai ukuran (daya terpasang). Konstruksi panel surya terdiri dari susunan sel surya, tutup kaca, bingkai Alumunium khusus dan soket. Panel surya memiliki usia yang relatif panjang yaitu minimal 20 tahun, dan umumnya suplier panel surya memberi garansi out put power hingga 10-25 tahun.
Beberapa hal yang perlu diingat pada saat pemasangan panel surya adalah:
1. Panel ditempatkan di bagian atap yang tidak terkena bayangan pohon atau benda lain.
2. Atap cukup kuat menahan beban panel dan angin
3. Penempatan panel memungkinkan pembersihan dan perbaikan.
4. Tersedia jarak dengan atap untuk sirkulasi udara di bawah panel surya
Prinsip Panel Surya
Prinsip dari Panel surya ialah mengubah intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik yang dapat digunakan untuk menjalankan peralatan elektronik. Panel surya/modul surya merupakan suatu paket yang terdiri dari sel-sel yang disusun secara horizontal dan dilapisi oleh kaca sehingga dapat di pasang menghadap matahari. Sebuah modul diklasifikasikan berdasarkan daya maksimumnya. Sel-sel itu terbuat dari kristal silikon yang dikembangkan dalam bentuk ingot. Dalam potongan tipis yang disambungkan melalui elektroda untuk membentuk sel.
Keuntungan Panel Surya
PLTS mampu menyuplai listrik untuk lokasi yang belum dijangkau jaringan listrik PLN
1. Potensi pemanfaatan energi surya tersebar secara merata sehingga dapat digunakan untuk daerah yang terpencil
2. Listrik surya merupakan solusi yang cepat, karena proses instalasi yang relatif cepat untuk menghasilkan listrik penerangan dll.
3. Tenaga Surya merupakan energi yang sangat bersih, karena sifatnya secara fisika dapat Meng-absorbsi UV radiasi (dari matahari), tidak menghasilkan emisi sedikitpun, tidak menimbulkan suara berisik dan tidak memerlukan bahan bakar yang perlu dibeli setiap harinya.
4. Sistem tenaga Surya sudah terbukti handal lebih dari 50 tahun mendukung program luar angkasa, dimana tidak ada sumber energi lain, tidak juga juga nuklir, yang mampu bertahan dalam keadaan extrim di luar angkasa.
5. Panel Surya merupakan salah satu alat yang dapat memanfaatkan potensi energi radiasi matahari sebesar 4,8 Kwh/ m2 / hari (* Data BPPT tahun 2005) yang merupakan potensial daya yang cukup besar dan belum maksimal dimanfaatkan di Indonesia.
6. Panel Surya mempunyai kesan modern dan futuristik, tetapi juga mempunyai kesan peduli lingkungan dan bersih. Sangat cocok untuk dunia arsitektur modern yang memadukan unsur-unsur penting tersebut.
Baca Seterusnya ( Read More )..
Langganan:
Postingan (Atom)